Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Gus Uwik Ajak Para Orang Tua Menggembleng Anak Mereka Belajar Islam Kaffah

Topswara.com -- Peneliti Pusat Kajian Peradaban Islam Gus Uwik mengajak para oramg gua untuk menggerakkan, menggembleng semua putra-putri (anak mereka) untuk belajar Islam dengan sempurna.

"Yuk sama-sama kita sebagai orang tua mengajari, menggerakkan untuk mengajak, menggembleng putra-putri (anak) kita, putra-putri saudara-saudara kita dan semuanya untuk belajar agama Islam dengan sempurna (kaffah)," ajaknya di kanal YouTube Khilafah News, Ahad, (16/02/25).

Ia menilai, sekarang banyak informasi bertebaran di media-media yang secara fulgar memberitakan tentang problematika remaja. Baik itu pacaran yang kemudian sampai terjadi hamil di luar nikah. Terus kemudian pembunuhan, tawuran bahkan kemudian yang lebih mengerikan lagi adalah fenomena lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT) dan seterusnya. 

"Ternyata ini makin lama makin begitu banyak fenomena terjadi. Kira-kira solusi apa yang pas dan tepat dan itu memang fundamental untuk menyelesaikan itu? Saya yakin bahwasanya kita sebagai orang-orang tua pasti akan berpikir gimana caranya ini anak saya menjadi anak yang sholeh dan shalihah. Nah pertanyaannya kan bukan hanya tentu bukan untuk anak kita saja. Karena anak kita itu pasti bergaul, anak kita itu pasti berinteraksi dengan teman-temannya," ujarnya.

Sehingga, kata Gus Uwik, tidak mungkin kalau kemudian orang tua hanya mencetak anaknya saja yang shalih atau shalihah. Karena nanti akan berhubungan atau berinteraksi pertemanan dengan teman-temannya. Jadi para orang tua juga harus mencetak anak-anak istilahnya tetangganya, saudara-saudaranya, atau orang lain itu juga menjadi anak-anak yang saleh dan salehah. 

"Boro-boro mampu ngurusin anak orang lain, anak sendiri saja para orang tua kelimpungan. Di titik ini itu menjadi persoalan bersama," katanya.

Dia meyakini hanya dengan ketika anak-anak itu belajar agama, menuntut ilmu agama, dan memahami agama Islam dengan baik insya Allah menjadi shalih dan shalihah. Tidak ada cara lain kecuali anak-anak itu belajar ngaji, memperdalam ilmu agama Islam, syariat Islam.

Karena menurutnya, kalau tidak belajar Islam, anak-anak itu tidak akan shalih. Cuma yang menjadi fenomena dan menyedihkan itu adalah ketika anak-anak itu ngaji (belajar tsaqafah Islam) kemudian diisukan radikal, intoleran. 'Jangan ngaji banget-banget, jangan beriIslam yang inilah, jangan dekat-dekat rohis...!, Nah ini kampanye yang menurutnya menyesatkan. Anehnya, kata dia, banyak orang yang kemudian termakan dengan isu seperti ini. Walhasil saat ini, orang tua pada ambigu, satu sisi mau anaknya saleh dan shalihah, paham bahwa solusinya adalah ngaji Islam, tetapi kemudian mereka ditakut-takuti dengan kampanye itu.

"Apa yang harus kita lakukan? Tentu bagi saya enggak usah pedulikan kampanye itu. Karena itu kampanye menyesatkan, menjauhkan dan merusak generasi anak-anak kita. Biarkan saja, abaikan saja kampanye itu, kita didik anak kita dengan sebaik-baiknya dengan syariat Islam sehingga mereka itu ngerti betul apa yang harus dilakukan. Sehingga mereka punya kontrol diri dalam berbuat sehingga mereka tidak melakukan hal-hal haram yang melanggar hukum syarak atau hukum yang lain karena mereka punya kontrol. Mereka takut berbuat salah karena memang Allah melarang itu, haram hukumnya," pungkasnya.[] Munamah
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar