Topswara.com -- Hijrah? Kenapa? Kenapa harus hijrah? Saya kan sudah hijrah, kenapa masih harus hijrah? Kenapa harus hijrah lagi? Mungkin begitu tanggapan sebagian kita Sobat. Kita yang sudah "hijrah" Ternyata masih diajak hijrah. Lho?
Kita yang sudah berpindah dari masa lalu kepada kondisi lebih baik. Sudah meninggalkan riba. Meninggalkan miras. Meninggalkan narkoba. Meninggalkan gaul bebas. Meninggalkan pamer aurat. Meninggalkan maksiat lain.
Kita yang sudah menjadi lebih shalih. Lebih shalihah. Kita yang sudah menjaga shalat. Menjaga puasa. Menjaga makanan halal. Menjaga dari syirik. Menjaga amal shalih. Jadi sudah hijrah kan?
Terus kenapa masih harus hijrah?
Sobat, memang betul kita sudah hijrah. Tetapi baru hijrah personal. Baru hijrah dalam definisi bahasa. Baru hijrah dalam kapasitas pribadi. Sementara masyarakat kita tetap belum hijrah. Negara kita belum hijrah. Masih menetapkan sistem jahiliyah. Masih belum menerapkan sistem Islam yang menetapkan syariah kaffah.
Sementara hijrahnya Nabi Muhammad SAW dan kaum muhahirin adalah hijrah sistemik hijrah sesuai definisi syar'iy. Hijrah dari negara kufur ke negara Islam. Hijrah dari sistem kufur kepada sistem Islam. Hijrah yang akan mengubah masyarakat kita menjadi masyarakat Islam. Yang menerapkan Islam secara kaffah.
Memang kita sudah meninggalkan riba. Namun bank bank riba masih eksis dan kokoh. Riba masih menjadi pondasi ekonomi negeri ini. Kita memang sudah meninggalkan zina. Namun zina masih bebas dilakukan siapa saja di negeri ini asal suka sama suka.
Kita sudah meninggalkan miras. Namun miras masih dijual bebas. Dan siapapun bebas mabuk asal tidak mengganggu orang lain. Kita memang sudah tidak pamer aurat. Namun pamer aurat masih bebas di negeri ini.
Kita memang sudah jaga shalat dan puasa. Namun muslim negeri ini masih bebas untuk tidak shalat dan puasa. Kita memang sudah meninggalkan maksiat khususnya dosa-dosa besar. Namun maksiat masih bebas dilakukan di negeri ini. Akhirnya kita memang sudah menjauhi syirik. Namun siapa saja masih bebas berbuat syirik di negeri ini.
Trus harus bagaimana lagi?
Kita harus hijrah dalam berjuang untuk menerapkan syariah Islam kaffah di negri ini. Dalam sistem Islam yang dipimpin seorang amirul mu'minin. Yang menerapkan syariah kaffah diatas akidah tauhid laa ilaaha illaLlaah Muhammadur Rasulullah.
Wah berat itu. Betul berat. Namun kalau berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing kan bisa. Jadi? Yuk hijrah bareng-bareng![]
Oleh: Ustaz Abu Zaid
Ulama Aswaja
0 Komentar