Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

'Kelas' Laskar Pelangi di Masa Kini


Topswara.com -- Sepertinya sudah tidak asing lagi jika ditemukan fakta bahwa kondisi pendidikan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke sangat berbeda. Bahkan bisa dikatakan menyedihkan dengan kondisi beberapa sekolah yang hancur, tercampur dengan hewan ternak, menjadi tanah sengketa dengan pihak lain bahkan tidak punya tempat untuk belajar. 

Pernah ditayangkan dalam film “Laskar Pelangi” bagaimana pada tahun 80-an yang mengisahkan seorang anak yang tinggal di Bangka Belitung dengan semangatnya pergi ke sekolah tetapi saat dilihat ternyata kondisinya memprihatinkan. 

Guru hanya tiga orang, meja dan bangku yang kotor, kelas yang bergantian dengan hewan ternak, tidak ada listrik, bahkan untuk membeli kapur pun mereka sulit ditambah tidak punya seragam. Film tersebut sangat menggambarkan minimnya infrastruktur pendidikan sejak dulu hingga di zaman modern saat ini. 

Memang jika dilihat sekolah yang ada di Jakarta dari tingkat usia dini sampai menengah atas sangatlah bagus, bersih, fasilitas lengkap bahkan banyak yang baru-baru ini direnovasi. 

Tetapi jika melihat sedikit ke Bekasi, Bogor, Tangerang dan wilayah sekitarnya untuk sekolah negeri sangat memprihatinkan. Pada Agustus lalu di Bantargebang 3 Sekolah Dasar ditutup karena sengketa lahan dengan ahli waris hingga menyebabkan banyak anak-anak yang harus diliburkan. (Kompas, 30-08-2023).

Tidak hanya itu, banyak sekolah yang terpaksa muridnya ada yang dibagi beberapa shift karena minimnya ruang kelas yang tersedia. Ada juga yang karena bangunan roboh, dan jika melihat di pelosok bahkan mereka tidak memiliki seragam sekolah. 

Terulangnya “Kelas” Laskar Pelangi 

Dilansir dari detik.com (25-11-2023) bahwa Bapak Presiden menemukan beberapa daerah minimnya infrastruktur di kabupaten dan kota. Oleh sebab itu ia meminta kepada Mendikbudristek (Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi) untuk menyamaratakan infrastruktur, sarana dan prasarana tidak hanya di kota tapi juga kabupaten. 

Ia mengatakan bahwa dengan minimnya infrastruktur akan lebih berat karena tidak hanya itu saja tapi juga guru yang terbatas dan fasilitas yang terbatas. Maka sangat sulit untuk menjadikan anak-anak di daerah mengikuti perkembangan teknologi dan pengetahuan yang ada di kota. 

Memang betul semua fakta yang telah ditemukan presiden dan semua itu terjadi sudah sejak dulu. Dan ini tidak hanya terjadi saat ini tapi sudah sejak dulu. Dan solusinya selalu tidak pernah bisa terealisasikan dengan baik di daerah-daerah selain ibukota. Sekolah yang ada di ibukota selalu ditingkatkan fasilitasnya, guru-gurunya bahkan infrastrukturnya dan tak sedikit sekolah negeri yang menjadi sekolah favorit di ibukota. 

Apabila kita menelisik lebih dalam di daerah luar ibu kota walaupun hanya bersebelahan sangat berbeda. Justru banyak anak-anak yang di luar ibu kota sekolah di tempat swasta karena fasilitas, guru dan infrastruktur yang lengkap namun harus berbayar dengan biaya cukup mahal. Tentu hal ini akan memberatkan rakyat. 

Sudah banyak fakta yang disebutkan di atas, lalu bagaimana solusinya? Kenapa sampai bertahun-tahun masalah ini tidak tuntas? Berarti ada masalah yang selama ini masih menjadi penyakit dalam sistem pendidikan di Indonesia. 

Betul sekali. Permasalahan yang berulang terjadi, dan dalam jangka waktu lama tidak juga dapat diatasi merupakan masalah sistemik. Siapapun nanti pemimpinnya, menterinya, maupun gubernurnya akan mengulangi permasalahan yang sama. 

Ya, buah dari sistem kapitalisme di negeri ini, maka sistem pendidikan pun tidak lepas dari kapitalisme. Sistem ini memfokuskan pada generasi yang dihasilkan adalah generasi yang bisa mandiri dalam mencari uang, disiapkan untuk bekerja dan tidak dibekali dengan akidah. 

Maka akan banyak sekali ditemukan bahwa generasi yang tercetak adalah generasi yang mencari kemapanan secara harta, terbukti dari kurikulum yang saat ini sedang digunakan memiliki tujuan untuk mencetak generasi yang bisa mandiri dan menjadi pengusaha serta membuka peluang kerja bagi orang banyak. 

Kapitalisasi di dunia pendidikan seperti ini tidak hanya itu tapi juga membuka peluang terbukanya korupsi saat ada pembangunan proyek infrastruktur. Saat ini setiap lini proyek yang meminta dana ke pemerintah maka ada peluang korupsi terjadi meskipun kecil jumlahnya. 

Sistem Pendidikan Islam yang Terbaik 

Kapitalismelah yang membuat pendidikan saat ini sangat memprihatinkan. Sangat jauh berbeda dengan Islam, Islam menjadikan akidah dan tauhid sebagai pondasi dalam sistem pendidikan serta pemerintah wajib memberikan pendidikan secara gratis kepada rakyat secara merata. Karena jika tidak, akan menjadi tanggung jawab khalifah di hadapan Allah SWT. 

Islam menjadikan akidah sebagai pondasi bagi setiap orang dan dalam setiap sistem yang berjalan di dunia termasuk pendidikan, sehingga tidak hanya mencetak generasi yang terbaik tapi juga sistem yang mengatur pendidikan dari segi kurikulum, pemberdayaan guru, fasilitas hingga infrastruktur yang dibangun. 

Karena semua itu di bangun atas dasar akidah dan ingin mendapatkan ridho Allah Swt. Tidak akan tercetak generasi yang hanya menjadikan kekayaan sebagai tujuan utama begitu pula meminimalisir terjadinya korupsi karena hukuman yang dibuat oleh sang khalifah untuk koruptor. 

Sebagaimana ditorehkan dalam sejarah kisah khalifah Harun Ar-Rasyid yang mendirikan sekolah dan memberikan pendidikan gratis hingga mampu membuat perpustakaan pertama di dunia yaitu Baitul Hikmah. Dari sinilah, lahir banyak para ilmuwan hebat yang karyanya dapat kita rasakan saat ini.

Pendidikan di dalam Islam tidak menjadikan harta dan kekuasaan sebagai tujuan utama, tapi menjadikan Ridha Allah Swt. sebagai tujuan utama. Layaknya khalifah Harun Ar-Rasyid yang mampu memberikan fasilitas dan infrastruktur yang paling bagus pada masanya hingga banyak ilmuwan-ilmuwan barat yang datang kepadanya untuk meminta izin menempuh pendidikan dan mengambil ilmu-ilmu yang telah ditemukan oleh para ilmuwan Islam. 

Jadi sistem pendidikan Islam adalah sistem pendidikan terbaik yang tidak tertandingi, yang mampu mencetak generasi yang menjadikan akidah sebagai pondasi dan ridha Allah SWT sebagai tujuan. 

Sistem Islam juga memberikan pendidikan gratis secara merata bagi seluruh umat, memberikan pelayanan, membuat fasilitas lengkap dan infrastruktur yang mampu untuk mendukung kemajuan pendidikan sebuah negara. Sebagaimana Allah SWT. berfirman dalam QS Al-Maidah ayat 50:

‎اَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُوْنَۗ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَࣖ ۝

Artinya : 
“Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?”

Wallahu’alam bisshawwab.


Oleh: Rifka Fauziah Arman, A.Md., Farm.
Aktivis Muslimah
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar