Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Islam Mampu Mewujudkan Perlindungan Bagi Anak


Topswara.com -- Tahun ini, Hari anak nasional 2022 pengambil tema, yaitu ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju.’ Ternyata tema tersebut bukanlah tema baru, sebab sudah digunakan sejak dua tahun yang lalu pada hari anak nasional tahun 2020. 

Pada tahun 2020, Indonesia terkena imbas Pandemi Covid-19 yang menyerang berbagai kalangan, termasuk anak anak.

Kementerian pemberdayaan perempuan dan anak republik Indonesia pun menambahkan hashtag sebagai kampanye hari anak nasional berupa # PeduliPaskaPandemi COVID19, #AnakTangguh PaskaPandemCOVID19, #AnakTangguhIndonesia Lestari. 

Tema Anak Terlindungi, Indonesia Maju, diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesejahteraan kesehatan anak-anak. Karena anak-anak seperti kita adalah harapan masa depan bangsa, menjaga kesehatan anak juga berperan penting pada masa depan Indonesia. Berdasarkan Konvensi Hak anak (KHA) yang disahkan dan disetujui ke dalam Keputusan Presiden No.36 Tahun 1997, terdapat 10 Hak Mutlak Anak.

Untuk memperingati hari anak nasional rakyat Indonesia harus mengetahui yang harus dilindungi. Hak Gembira, Hak Pendidikan, Hak Perlindungan, Hak untuk Memperoleh Nama, Hak Atas Kebangsaan, Hak Makanan, Hak Kesehatan, Hak Rekreasi, Hak Keamanan, Hak Peran Dalam Pembangunan. Bobo,id.

Anak adalah amanah dari Allah SWT,  tanggung jawab orang tua untuk memberikan pendidikan sesuai yang diperintahkan oleh Allah, keberadaan seorang anak ditengah keluarga mampu menghadirkan keceriaan sehingga pendidikan anak itu generasi harapan bangsa.

Dan di tangan merekalah nanti akan regenerasi, sehingga berlangsung suatu peradaban yang gemilang. Atas dasar ini negara berperan menjamin keseluruhan hak-hak anak.

Faktanya pendidikan yang ada sekarang ini adalah pendidikan model Barat yang diterapkan, sehingga dikatakan pendidikan ala Barat. 

Model pendidikan Barat memang relatif lebih diminati karena mempunyai image yang bagus, kemudian urusannya mendapat sudah pekerjaan dan juga ada kesempatan membangun jejaring (networking), didukung dari sarana dan prasana. Ramah teknologi modern dan kekinian. Dan mengedepankan pengasahan daya analitik, berfikir kritis dan menggunakan bahasa asing (Inggris) sebagai bahasa lintas negara. 

Tetapi pendidikan Barat cenderung membatasi topik agama karena dianggap sebagai topik sensitif. Agama juga dianggap sebagai yang bersifat individual, pendidikan ini berdasarkan sistem kapitalisme demokrasi yang diemban saat ini sehingga banyak menyebabkan terjadinya kekerasan terhadap anak kemudian peningkatan dari tahun ke tahun, diisisi lain pergaulan yang banyak mengakibatkan anak anak bunuh diri, bulying. Bagaimana Islam mengatur masalah Ini?

Dalam Islam secara fitrah anak berhak memperoleh perlindungan dan kasih sayang. Oleh karena itu keluarga berperan penting menciptakan, mengatakan, dan mengenalkan konsep dasar ke imanan sehingga anak tumbuh sebagai hamba Allah yang taat.

Masyarakat berperan mendukung perkembangan anak dengan bekerjasama menciptakan sistem sosial yang sehat dan ramah anak Islam mengajarkan bagaimana menjaga hak antara sesama Muslim, tidak saling mengejek, tidak saling menjaga hak, juga menumbuhkan karakter untuk saling membantu. 

Sementara negara berkewajiban untuk mengadopsi berbagai kebijakan dalam rangka mewujudkan ke maslahatan. Negara wajib memenuhi kebutuhan mendasar rakyat memastikan terpenuhinya kebutuhan mereka secara utuh dan menyeluruh individu per individu dan juga memperhatikan aspek sosial masyarakat, ekonomi, pergaulan, pendidikan dan seluruh aspek kehidupan lainnya. Negara bertugas memberi jaminan keamanan perlindungan terhadap harta dan memastikan keselamatan jiwa ini semua sebagai langkah untuk melindungi rakyat.

Beberapa sistem pendidikan zaman khilafah Islam meletakkan pendidikan kurikulum strategi dan tujuan pendidikan dasar Islam, pada aspek ini diharapkan terbentuk SDM dengan pola pikir dan pola sikap yang islami, harus diarahkan pada pengembangan ke imanan sehingga melahirkan amal soleh  dan ilmu yang bermanfaat. 

Prinsip ini mengajarkan pula bahwa didalam Islam yang menjadi pokok perhatian, bukanlah kualitas, tetapi kualitas pendidikan. Perhatian bagaimana Al-Qur'an mengungkap tentang ”ahsanu amalan” atau amalan salihah, amal yang terbaik atau amal soleh. 

Pendidikan ditunjukkan dalam kaitan untuk membangkitkan dan mengarahkan potensi-potensi baik yang ada pada diri setiap manusia, selaras dengan fitrah manusia dan meminimalisir aspek yang buruknya, keteladanan merupakan bagian yang tidak terpisah dalam suatu kelas. Dengan demikian sentra keteladanan yang harus diikuti adalah Rasulullah SAW. 

Adapun strategi dan arah perkembangan ilmu pengetahuan adalah tujuan utama ilmu yang dikuasai manusia dalam rangka untuk mengenal Allah SWT sebagai Al Khalik, menyaksikan kehadiran dan berbeda dalam berbagai fenomena yang ada, dan mengagungkan Allah SWT serta mensyukuri atas seluruh nikmat yang telah diberikannya, ilmu harus dikembangkan dalam rangka menciptakan manusia yang hanya takut kepada Allah SWT, semata sehingga tetap dimensi kebenaran dapat tegakkan dalam siapa pun juga tanpa pandang bulu, kemudian ilmu yang dipelajari berusaha untuk menemukan peraturan sistem kausalitas dan tujuan?

Ilmu dikembangkan dalam rangka mengambil manfaat dalam rangka ibadah kepada AllahSWT. Sebab Allah telah menundukkan matahari bulan bintang dan segala yang sesuatu, pengetahuan pembangunan yang diciptakan dalam rangka tidak menimbulkan kerusakan di muka bumi dan pada diri manusia sendiri.

Demikian tadi bagaimana pendidikan Islam yang diterapkan dalam sistem yang dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW, sehingga membentuk generasi yang unggul, dalam Peradaban yang Mulia.

Waallhu’alam bi ashawwab 


Oleh: Kania Kurniaty
Aktivis Muslimah Ashabul Abrar Kayumanis Bogor
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar