TintaSiyasi.com -- Sepertinya kondisi banyak rakyat sedang mengalami masa-masa sulit, dan imbasnya rakyat jatuh miskin karena tiadanya lapangan pekerjaan dan sulitnya dalam memenuhi kebutuhan hidup. Anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasluddin menilai kenaikan harga pangan dan energi seperti BBM dan LPG telah menjadi pukulan bagi daya beli mayoritas masyarakat negara ini. Hal ini diduga telah menaikkan angka kemiskinan.
“Saya meyakini kenaikan harga komoditas strategis seperti pangan dan energi ini telah berdampak luas pada rakyat Indonesia terutama terhadap masyarakat kelas menengah ke bawah,” kata Akmal di Jakarta, Senin (Jpnn.com.4/4/22).
Rakyat saat ini memang benar-benar sedang mengalami masa sulit karena selain tidak adanya lapangan perkerjaan yang disediakan oleh pemerintah dan berbagai masalah kehidupan yang dihadapi. Bahan makanan pokok yang sekarang ini semua naik dari harga bawang, cabe, daging, harga minyak sayur, gas ,listrik,dan BBM. Bagaimana keadaan tidak semakin sulit atau bertambah miskin. Karena untuk makan sehari-hari saja mereka amat susah dan belum lagi biaya pendidikan dan kesehatan yang mahal.
Mau mengadu kepada siapa? Sedangkan pemerintah abai bahkan ada beberapa pejabat negeri ini yang bukan memberikan bantuan atau solusi jalan keluar malah seolah meledak dengan kata-kata yang mereka ucapkan hanya membuat rakyat sedih dan merasa tak dipedulikan kehidupannya. Apa yang mereka ucapkan seolah membuktikan kalau mereka tak layak duduk disana sebagai wakil rakyat, sedangkan di sisi lain pemerintah hanya sibuk dan pusing dengan pembuatan ibu kota baru.
Jika memang pemerintah memiliki dana yang cukup kenapa tidak untuk kesejahteraan saja dari pada harus pusing mencari dana untuk pembuatan ibu kota baru. Apakah tidak sebaiknya dana itu di alokasikan untuk kehidupan orang banyak dan ada usaha dari pemerintah bagaimana caranya untuk menurunkan semua harga pangan yang sudah naik. Ada apa sebenarnya ? kenapa dengan sistem ini sepertinya sulit sekali untuk pemerintah memberikan penghidupan yang layak.
Seperti inikah hidup di dalam sistem kapitalis? Pemerintah mewajibkan untuk membayar asuransi kesehatan, pajak, tapi rakyat sama sekali tidak mendapatkan haknya yang ada malah semakin miskin. Dan anehnya malah utang negara diluar semakin membengkak apa yang sebenarnya dilakukan oleh para pejabat di negeri ini apakah mereka tidak takut memakan uang yang bukan menjadi haknya dan tidak adakah sedikit saja dihati mereka rasa kasian. Kenapa? mereka hanya mementingkan kepentingan pribadi saja. Bukankah mereka ada di sana saat ini juga karena suara rakyatkan.
Berhatilah-berhatilah dari pemimpin zalim.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
Artinya: Dari Abu Hurairah r.a berkata, telah bersabda Rasulullah SAW: ”Akan datang kepada masyarakat tahun-tahun yang penuh tipuan. Pada tahun-tahun itu pembohong dipandang benar, yang benar dianggap bohong; pada tahun-tahun tersebut pengkhianat diberi amanat, sedangkan orang yang amanah dianggap pengkhianat. Pada saat itu yang berbicara adalah ruwaibidhah.” Lalu ada sahabat bertanya, “Apakah ruwaibidhah itu?” Rasulullah menjawab, “Orang bodoh yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Abu Ya’la dan al-Bazzar)
Sudah jelas dari hadis di atas menjelaskan memanglah tidak mudah untuk menjadi seorang pemimpin, karena kita akan dimintai pertanggung jawaban atas semua perbuatan yang kita lakukan apa lagi bila menjadi seorang pemimpin yang tak amanah dalam menjalankan tugasnya.
Pemimpin yang lalai dengan kebutuhan dan kesejahteraan orang banyak bahkan sampai ada rakyatnya yang mengalami kelaparan dan kesusahan itu semua akan ia pertanggung jawabankan kelak dihadapan Allah Swt.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اللَّهُمَّ، مَن وَلِيَ مِن أَمْرِ أُمَّتي شيئًا فَشَقَّ عليهم، فَاشْقُقْ عليه، وَمَن وَلِيَ مِن أَمْرِ أُمَّتي شيئًا فَرَفَقَ بهِمْ، فَارْفُقْ بهِ
Artinya: Rasulullah SAW bersabda: “Ya Allah, siapa saja yang mengurusi urusan dari umatku, lalu ia membuat susah umatku, maka susahkanlah dia. Dan siapa saja yang mengurusi urusan dari umatku, lalu ia sayang pada umatku, maka sayangilah ia.” (HR. Muslim)
Itulah sebabnya mengapa umat harus bangkit dari sistem kapitalis, karena sistem ini hanya membawa penderitaan dan kesengsaraan saja bagi rakyatnya, dengan sistem Islamlah semua persoalan ummat dapat diselesaikan dan seorang pemimpin yang amanah akan menjalankan semua tugasnya berdasarkan hukum dan syariat Islam kafah ia akan memberikan kehidupan dan kesejahteraan yang layak di bawah naungan Allah Swt. Allahu a'lam bish-shawab.
Oleh: Ermawati (Pemerhati Umat)
0 Komentar