Topswara.com -- Film berjudul “Yuni” garapan Kamila Andini tayang perdana di Toronto International Film Festival 2021 dan di bioskop-bioskop tanah air. Di balik berbagai penghargaan yang diperoleh film ini, terselip isu yang kerap feminis angkat yakni budaya patriarki dan perkawinan anak.
Pesan tersirat dari film ini bukan hanya mengenai perkawinan anak, tetapi juga mengenai perempuan yang perannya hanya di ranah domestik. Kesempatan untuk berkiprah bagi seorang perempuan seolah terbatas.
Tidak hanya mempersoalkan sisi sosial budaya masyarakat, film ini juga secara halus menyerang hukum-hukum Islam yang digambarkan mengekang perempuan. Menurut feminis, emansipasi perempuan kudu diperjuangkan. (MuslimahNewsID, 17/12/2021)
Walt Disney Animation Studio menampilkan kembali tokoh kepahlawanan perempuan dalam film animasi Raya and The Last Dragon. Ini adalah film dari Disney yang pertama kali mengangkat isu feminisme dengan tema pahlawan perempuan dari Asia Tenggara.
Film ini fokus pada unsur-unsur terkait paradigma masyarakat tentang perempuan.
Peran protagonis dan antagonis juga dilakoni oleh perempuan. Hal ini tentu bukanlah hal yang sederhana, mengingat film-film tema kepahlawanan, sering kali diperankan oleh kaum laki-laki.
Tak heran, jika masyarakat pun cukup mudah menyebutkan nama-nama karakter yang berakhiran dengan kata “boy atau man” di akhir nama setiap tokoh, seperti Superboy, Batman, Superman, Ironman, dan lain-lain. (Mubadalah.id, 26/05/2021)
Selain Yuni dan Raya and The Last Dragon tersebut, ada Perempuan Punya Cerita, Wanita Tetap Wanita, The Morning Show, Love for Sale, The World of Merriage Couple, Secret Garden, You’re Beautiful, Song of Hyena, Teka Teki Tika, 3 Ratu, Perempuan Tanah Jahanam, Demi Nama Baik Kampus, dan masih banyak yang lainnya merupakan sederetan film bermuatan kesetaraan gender.
Kampanye Feminis Lewat Film
Kampanye terkait kekerasan kepada anak dan perempuan melalui dunia seni perfilman dinilai cukup strategis untuk digunakan. Pandangan ini disampaikan aktivis lembaga advokasi perempuan DAMAR. "Kami merasa ini adalah metode baru yang dapat menjadi pintu masuk terkait isu perempuan, yang selama ini hanya melalui media diskusi dan dialog antar komunitas," kata aktifis perempuan DAMAR, Ana Yunita Pratiwi, (Republika, 02/03/2021)
Ia pun mengharapkan insan perfilman ke depannya dapat lebih mengangkat isu perempuan. Karena kenyataannya saat ini kaum perempuan di Indonesia banyak mengalami kekerasan baik secara fisik maupun mental tanpa disadari. Ini karena tidak adanya kampanye yang masif dalam memberi pendidikan dan pengetahuan terkait isu ini.
Sutradara Joko Anwar mengungkap keberpihakannya mengenai isu kekerasan terhadap perempuan yang semakin marak dari hari ke hari. Dia memilih menghadirkan tokoh perempuan yang bisa mengontrol diri dan tubuhnya sendiri.
Ia menolak patuh terhadap pandangan umum bahwa perempuan adalah makhluk lemah yang harus patuh pada laki-laki sebagai pelindungnya. Dalam sebuah kesempatan, dia juga mengatakan bahwa, Indonesia memang sudah mulai memperjuangkan kesetaraan gender. (Kompas.com, 18/12/2020)
Sejak Pandemi, Industri perfilman mengalami penururnan drastis. Dalam situasi serba sulit akibat pandemi ini, Netflix dan Disney hadir menawarkan diri untuk menjadi partner bagi sineas dalam memasarkan filmya.
Praktis, setahun terakhir ini perfilman Indonesia mulai menggeliat lagi, tentu dengan kondisi yang berbeda dari sebelumnya. Platform streaming menjadi pilihan terbaik menjadi media untuk menonton film. Termasuk Bioskop Online, MAXStream, WeTV dan lain-lain. Maka, makin maraklah produksi dan penonton film akhir-akhir ini.
Peranan Film dalam Sebuah Propaganda
Film merupakan salah satu media komunikasi massa yang dinilai efektif dalam menyampaikan informasi kepada khalayak. Melalui film, pesan dapat disampaikan dalam waktu yang singkat menggunakan gambar bergerak dan suara (audio visual), yang kemudian mampu menyentuh perasaan dan mempengaruhi pemahaman penonton terhadap maksud, pesan, dan tujuan dari film yang ditonton.
Dalam sistem kapitalisme, semua tertuju pada manfaat. Sedikit sekali tontonan yang berisi muatan positif. Tentu rating tinggi yang hendak dicari. Syekh Bakar Abu Zaid dalam At-Tamtsil mengatakan bahwa di dalam protokoler Yahudi disebutkan, “Kita wajib berbuat untuk menghancurkan akhlak di setiap tempat, sehingga kita mudah menguasai mereka (kaum muslimin). Dan akan selalu ditayangkan hubungan seksual secara jelas agar tidak ada lagi sesuatu yang dianggap suci dalam pandangan para pemuda. Akibatnya, keinginan besar mereka adalah bagaimana memuaskan insting seksualnya. Ketika itulah akhlaknya hancur.” (Adakah Sandiwara (sinetron, film, dll.) Islami? Hal. 72)
Media dalam Islam
Media berperan penting dalam kehidupan masyarakat. Pengaruhnya tidak hanya terkait pilihan gaya hidup, melainkan juga pembentukan opini publik dan cara pandang pemirsa terhadap realita. Sebagai bagian dari media, film masih banyak diminati dan menempati posisi yang cukup strategis.
Saat media ditempatkan sebagai industri, terjadi benturan antara idealisme dengan hegemoni kapitalisme. Ketika berbicara industrialisasi, tidak hanya berbicara seputar persoalan ekonomi dan teknologi semata, melainkan pola perubahan sosial dan kultural.
Sehingga, media memainkan peranannya dalam perubahan sosial dan kultural. Karena itu, Islam menempatkan Media massa (wasaail al’ilam) berperan strategis dalam melayani ideologi Islam (khidmat al-mabda al-islami), baik di dalam maupun di luar negeri (Sya’rawi, 1992).
Di dalam negeri, media massa berfungsi untuk membangun masyarakat Islam yang kokoh. Di luar negeri, ia berperan menyebarkan Islam, baik dalam suasana perang maupun damai untuk menunjukkan keagungan ideologi Islam dan membongkar kebobrokan ideologi kufur. (Ghazzal, 2003).
Karena merupakan media propaganda dakwah menebar risalah Islam, maka media massa juga berperan mengedukasi publik tentang pelaksanaan kebijakan dan hukum Islam.
Negara akan mengeluarkan undang-undang yang memuat panduan umum pengaturan informasi, siaran berbagai program acara yang mendukung pengokohan masyarakat Islam yang kuat memegang syariat, sehingga melahirkan banyak kebaikan di tengah masyarakat.
Wallahu a’lam bishawab
Oleh: Widya Indah Tantina
(Sahabat Topswara)
0 Komentar